HOT  YiiPHP

Source code Aplikasi inventory dengan ROP & EOQ V.2 (update)

Economic Order Quantity (EOQ)

Bahan baku merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk produksi. Sehingga ketersediaan bahan baku yang bagus dan baik dalam takaran ataupun waktu akan sangat berati untuk memperlancar proses produksi.  Kita harus mempersiapkan bahan-bahan untuk menghindari terjadinya kekurangan bahan baku. Karena kalau tidak dipersiapkan dengan baik maka akan berakibat ke jalannya proses produksi dikarenakan bahan baku habis atau tidak siap. Tetapi terlalu banyak bahan baku juga bisa menghabiskan biaya dan sebaliknya jika persediaan baku pas maka akan menghemat biaya produksi, dan juga bisa menghindari resiko cacat barang karena disimpan terlalu lama. Sehingga kita harus tahu berapa banyak bahan baku yang harus kita siapkan agar tidak terlalu besar ataupun kecil.

Di dalam sebuah perusahaan hal ini merupakan persoalan yang sering terjadi, bagaimana caranya perusahaan bisa memanage bahan baku sebagai bahan utama dalam proses produksi karena kalau tidak diawasi maka bisa menyebabkan overcost bagi sebuah perusahaan dan dalam hal ini kita harus bisa mengatasi persoalan tersebut dalam mengatasi masalah kuantitas, kualitas atapun waktu.

Kita bisa menghitung bahan baku yang dibutuhkan selama satu tahun untuk kebutuhan produksi, setelah kita mengetahui kebutuhan bahan baku tersebut maka selanjutnya kita harus merencanakan bagaimana cara membeli dan mengaturnya, disini ada dua alternatif untuk cara penyediaan bahan baku yaitu:

  1. Kita membeli langsung dari penjual atau supplier untuk seluruh kebutuhan produksi kemudian kita menyimpannya di gudang dan dipakai apabila kita membutuhkan bahan baku tersebut. Hal ini bisa menjamin kelancaran proses produks karena bahan baku telah disiapkan dengan baik dan siap dipakai kapanpun kita butuh. Namun sisi negatifnya kita harus mengeluarkan biaya yang lebih besar dan menyiapkan tempat yang cukup besar.
  2. Kita membeli dalam jumlah yang cukup kecil hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan produksi sehari-hari, hal ini bisa menghemat biaya perusahaan dalam menyiapkan sebuah bahan baku dan tidak perlu khawatir akan terjadinya kerusakan bahan baku karena disimpan terlalu lama. Namun sisi negatifnya kita tidak punya cadangan bahan baku apabila terjadi permintaan customer yang lebih.

Dara 2 cara diatas kita bisa menyimpulkan bahwa perusahaan berusaha memecahkan masalah untuk persediaan bahan baku sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan permasalahan tersebut maka bisa digunakanlah sebuah cara atau metode yang disebut dengan metode Economic Order Quantity (EOQ).

Fungsi EOQ ini adalah mengatur pembelian bahan baku sehingga menjadi lebih efisien. EOQ mempunyai rumus sebagai berikut:



Penjelasan
R : kebutuhan bahan baku untuk satu tahun
Co = Cs = S : Ordering Cost setiap kali kita memesan
Ch = H : Holding Cost untuk per satuan waktu

Rumus EOQ dapat dikembangkan menjadi:
  • Hanya ada satu item dan jenis persediaan yang hendak kita review.
  • Seluruh jumlah bahan baku yang kita pesan datang pada satu waktu / titik tertentu.
  • Permintaan terhadap bahan baku mempunyai sifat konstan atau setidaknya mendekati konstan.
  • Mempunyai Lead time yang konstan.
  • Aturan Holding cost mempunyai dasar pada rata-rata persediaan.
  • Status Ordering / Set up Cost mempunyai nilai konstan
  • Bahan baku tidak habis.
  • Barang yang sudah di beli tidak ada retur


Contoh 1 dalam menghitung EOQ dan TIC
Misalnya kita mempunyai kebutuhan yang harus siap dalam satu tahun sebanyak 24000 (24ribu) unit, 
kemudian kita memiliki biaya penyimpanan sebesar 18% dari nilai biaya persediaan, 
dan memiliki biaya pesan setiap kali pembelian atua pemesanan sebesar Rp.38,00. 
Harga barang per unit adalah Rp.12,00. 

Kita Diminta menghitung jumlah pemesanan atau pembelian yang paling ekonomis pada saat setiap kali kita melakukan pembelian.

Pembahasan
Jawabannya adalah kita lihat data yang diperoleh EOQ sebesar 919 unit. Sehingga jumlah yang paling ekonomis untuk setiap kali pembelian bahan baku adalah sebesar 919 unit. Selanjutnya, berdasarkan jumlah pemesanan setiapkali pesan pada tingkat EOQ yaitu sebanyak 919 unit, dapat dihitung maka besarnya Total Inventory Cost  (TIC) yaitu sebesar Rp.1.984,xx


Reorder Point (ROP) / Pemesanan Kembali
        Setelah kita bisa menggunakan model EOQ maka kita dapat mengetahui dalam satu tahun kita harus memesan berapa banyak dalam satu kali pemesanan. Setelah itu kita akan mencari tahu kapan seharusnya kita melakukan pemesanan kembali. Sistem persediaan yang memakai asumsi bahwa tingkat kebutuhan yang memiliki nilai konstan dan lead time memiliki nilai yang tetap dan pada saat kita memesan kembali (Re-Order Point) sama dengan  kebutuhan pada saat selama lead time. Secara matematik mempunyai rumus sebagai berikut:

ROP = d x lt

ROP   : Re Order Point
d          : Kebutuhan per hari
lt          : Lead time


         Kita lanjut setelah kita menghitung EOQ, dengan mengandalkan perusahaan yang beroperasi selama 250 hari setahunnya, maka kita dapat menghitung kebutuhan per hari yaitu sebanyak 96 unit (24.000/250). Apabila proses antar bahan baku dari saat kita memesan hingga barang sampai dan siap digunakan untuk proses produksi memakan waktu hingga 3 hari atau memiliki lead time 3 hari maka kita dapat menghitung kebutuhan selama lead time yaitu sebanyak 288 unit di dapat dari 3x 96. Dapat diasumsikan bahwa kebutuhan yang bersifat konstan dan lead time yang tetap maka saat melakukan pemesanan kembali (ROP) pada waktu persediaan di gudang akan berada pada tingkat 288 unit.

Cycle Time
        Setelah kita mengetahui ROP, maka kita dapat menghitung jarak waktu antara satu pemesanan/pembelian dengan pemesanan berikutnya atau yang kita biasa menyebutnya dengan cycle time. Cycle Time memiliki rumus sebagai berikut:

                 
Keterangan :
T     : Cycle Time
Q*  : EOQ
R     : Kebutuhan bahan baku selama satu tahun
N    : jumlah hari untuk operasi dalam satu tahun

Sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa cycle dapat dihitung yaitu 9,6 hari. Artinya adalah bahwa pemesanan dapat dilakukan setiap 9,6 hari sekali.


Program ini merupakan versi baru dari Source code Aplikasi inventory dengan ROP & EOQ menggunakan Yii Framework dengan beberapa fitur tambahan diantaranya :

- Cari Barang

- modifikasi stok alert

- jual dan beli barang setelah search

- nomor rak pada data barang








Source code aplikasi inventory menggunakan ROP dan EOQ (gdrive)  |  Mirror link (github)

link terakhir diperbaiki - 16 sept 2020


link rusak, atau ada kendala saat download & instalasi ? lapor di, lapor link!!

Iwan Kurniawan

To be honest this is not my hobby, but i love it.

Related Posts

Responses (0)

Write a response